Tutorial reksadana

Belajar Reksadana yuk!!

Berdasarkan Jenisnya Reksa Dana dibagi 4 kategori

Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
Merupakan Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya sebesar 80% dalam efek bersitat utang (obligasi) di dalam portofolionya. Reksa Dana jenis ini termasuk favorit di kalangan investor baik individual maupun institusional yang memiliki tujuan investasi jangka menengah dan panjang, dengan tingkat risiko menengah.

Reksa Dana Saham (Equity Fund)
Menempatkan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelola ke dalam efek yang bersifat saham (ekuitas). Reksa Dana Saham menjadi alternatif investasi yang menarik bagi investor yang mengerti potensi investasi pada saham untuk jangka panjang, karena pada jangka pendek terdapat risiko yang cukup tinggi disebabkan oleh harga-harga saham yang selalu berfluktuasi. Jadi, selain harus mengerti bahwa investasi saham merupakan investasi jangka panjang, investor juga harus mengerti dan bersedia menerima risiko yang menyertainya.

Reksa Dana Campuran (Balanced Fund)
Melakukan investasi pada efek saham, efek bersifat utang (obligasi), dan pasar uang. Dapat menjadi alternatif bagi investor yang menghendaki potensi hasil investasi risiko yang berada di tengah-tengah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Saham. Mengingat komposisinya yang sangat bervariasi, sebelum menentukan pilihan pada suatu Reksa Dana Campuran, investor harus benar-benar mengetahui bagaimana komposisi investasi yang terdapat pada Reksa Dana Campuran tersebut, dengan terlebih dahulu mempelajari Prospektus.

Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)
Melakukan investasi 100% pada efek Pasar Uang. Efek Pasar Uang antara lain meliputi deposito bank, SBI, obligasi serta efek utang lainnya dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Reksa Dana ini merupakan Reksa Dana dengan tingkat risiko paling rendah, dilain pihak potensi hasil investasinya pun terbatas. Tujuan investasi Reksa Dana Pasar Uang umumnya adalah untuk perlindungan dana pokok dan untuk menyediakan likuiditas yang tinggi, dan memberikan manfaat dalam hal diversifikasi

# Apakah Reksa Dana itu ?
Reksa Dana berasal dari kosa kata Reksa yang berarti menjaga atau memelihara dan Dana yang berarti uang atau sekumpulan uang. Jadi Reksa Dana berarti kumpulan uang yang dipelihara bersama untuk suatu kepentingan. Menurut Undang-undang Nomor 8 tahun 1995, Reksa Dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Di Inggris Reksa Dana dikenal dengan nama Unit Trust, di Amerika Serikat disebut Mutual Fund dan di Jepang disebut Investment Trust.

kembali ke atas
# Apakah Manfaat Reksa Dana itu ?

Ada banyak manfaat yang bisa didapat oleh pemodal yang berinvetasi di Reksa Dana, diantaranya yaitu :
* Dikelola oleh tenaga professional

Manajer Investasi harus mempunyai kualifikasi, pengalaman dan integritas yang tinggi sebelum dapat mengelola dana

* Diversifikasi investasi

Pemodal tidak hanya berinvestasi di deposito atau tabungan saja tapi bisa mendiversifikasikan dananya ke Reksa Dana untuk mendapatkan tingkat pengembalalian yang relatif lebih tinggi dengan resiko yang masih dapat diterima.

* Minimum investasi relatif murah

Untuk investasi di Reksa Dana tidak dibutuhkan modal yang besar. Dengan hanya Rp. 250.000 pemodal dapat berinvestasi di Reksa Dana.

* Sangat likuid karena pemodal dapat membeli dan menjual kapanpun pada Hari Bursa.

Berbeda dengan deposito yang mempunyai penalti bila ditarik sebelum jatuh tempo, Reksa Dana tidak menerapkan penalti.

* Bunga obligasi tidak kena pajak 15 %

Reksa Dana yang berinvestasi di obligasi tidak dikenakan pajak atas kupon/bunga obligasi yang diterimanya. Dengan demikian return yang didapat lebih besar dibandingkan bila pemodal membeli sendiri obligasi.
kembali ke atas
# Bagaimana memilih Reksa Dana yang tepat ?

Dalam menentukan reksa dana yang terbaik, investor harus melihat kondisi keuangannya dan seberapa besar resiko yang berani diambil. Secara sederhana, investasi yang baik adalah investasi yang disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing individu atau perusahaan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan jangka waktu investasi.
Berbagai jenis reksa dana yang kami tawarkan di portal ini terdiri dari reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman di mana masing-masing reksa dana dibuat dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing investor.

kembali ke atas
# Bagaimana langkah-langkah untuk memilih Reksa Dana yang tepat ?

Langkah 1: Tetapkan kebutuhan investasi Anda saat ini

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dan sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan Anda saat ini. Semoga dengan pertanyaan tersebut di bawah ini membuat Anda dengan mudah menetapkan kebutuhan investasi Anda.
* Pertanyaan : Apa yang ingin Anda lakukan dari dana hasil investasi tersebut?

Contohnya, Anda ingin membiayai kuliah anak Anda, atau Anda ingin membeli rumah. Anda mempunyai rencana masa depan untuk memenuhi kebutuhan Anda sehingga Anda berinvestasi.

* Pertanyaan : Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai rencana masa depan Anda ?

Misalnya, jika memiliki banyak waktu sebelum mulai menikmati hasil investasi ini, seseorang baiknya mempertimbangkan Reksa Dana yang mempunyai potensi pertumbuhan jangka panjang, dan tidak terlalu menghiraukan fluktuasi jangka pendek dari harga saham. Jika dana/hasil investasi akan digunakan dalam waktu dekat (misalnya dalam waktu kurang dari 1 tahun), pilihan yang paling tepat adalah reksa dana pasar uang atau obligasi.

* Apakah resiko menjadi salah satu pertimbangan Anda dalam investasi?

Contohnya, jika seseorang berinvestasi di pasar saham, resiko yang diambil akan lebih besar dari resiko berinvestasi di pasar obligasi (surat berharga). Anda sebagai investor yang tidak dapat menerima naik turunnya harga saham dan dapat mengakibatkan emosi, maka Anda disarankan untuk memilih jenis reksa dana yang konservatif.
Langkah 2: Jika Anda telah menjawab pertanyaan di atas, langkah selanjutnya adalah Anda harus mengenali jenis reksa dana yang tersedia dengan tepat.
Berdasarkan jawaban Anda pada Langkah 1, Anda dapat menggunakan informasi di bawah ini untuk menentukan jenis reksa dana yang tepat untuk investasi Anda.

Tujuan Investasi Periode Investasi Jenis Reksadana

– Pensiun Jangka Panjang Pertumbuhan

– Biaya anak kuliah Pertumbuhan & pendapatan

– Meningkatkan kekayaan

-Pendapatan tetap untuk yang sudah pensiun Kontinu Obligasi (konservatif)

Pertumbuhan & Pendapatan (agresif)

Simpanan untuk keadaan darurat Jangka Pendek Pasar Uang

Investasi sementara Obligasi Jangka Pendek

Menunda pembelian sesuatu
Langkah 3: Jika telah Anda mengenali jenis reksa dana yang ingin Anda pilih, tentukan produk reksa dana yang tersedia di situs ini dari jenis yang sudah Anda pilih di Langkah 2.
Pada portal ini, kami menyediakan berbagai produk reksa dana dari satu jenis reksa dana. Dalam menentukan pilihan Anda terhadap suatu produk, kami sarankan Anda melihat dan membaca prospektus dari produk reksa dana yang tersedia.
Adapun poin-poin yang harus diperhatikan dalam memperhatikan prospektus masing-masing reksa dana tersebut yaitu :
* Portofolio dari produk reksa dana tersebut (saham / obligasi / instrumen pasar uang apa saja yang ada didalamnya dan bagaimana dengan bobot mereka masing-masing)

* Kinerja yang dihasilkan pada masa yang lalu

* Pandangan manajer investasi ke masa depan tentang ekonomi makro, mata uang, serta industry trend dari saham yang ada dalam portofolio

* Prestasi masa lalu relatif terhadap saingan sejenis dan pasar secara keseluruhan (indeks)

* Biaya transaksi yang meliputi management fee, sales dan redemption fees

kembali ke atas
# Apa Penghasilan Membeli Reksa Dana ?

Penghasilan investasi reksa dana datang dari tiga sumber, yaitu: dividen/bunga, capital gain dan peningkatan NAB (Nilai Aktiva Bersih).
* Dividen/bunga diperoleh dari penerbit reksa dana. Capital gain diperoleh dari penjualan portofolio reksa dana. Peningkatan harga reksa dana (NAB) diperoleh dari hasil penjualan reksa dana di pasar sekunder (untuk reksa dana tertutup/close- end) atau nilai pembelian kembali oleh perusahaan reksa dana (untuk reksa dana terbuka/ open-end).

kembali ke atas
# Bagaimana mendapat Deviden/Bunga?

Untuk mendapatkan dividen/bunga, pemodal harus memilih reksa dana yang memiliki sasaran pendapatan. Setiap prospektus reksa dana akan mencantumkan sasaran saat penawaran. Adapun sasaran reksa dana diantaranya: pendapatan, pertumbuhan, pertumbuhan dan pendapatan, dan keseimbangan.
kembali ke atas
# Kapan mendapat Deviden/Bunga?

Kegiatan utama manajer investasi adalah melakukan investasi portofolio, sehingga setiap saat akan mengambil keputusan alat investasi mana yang harus dibeli atau dijual. Juga memutuskan memilih saham yang memberi dividen atau obligasi yang membayar bunga. Jadi, reksa dana selalu punya kesempatan mendapatkan dividen atau bunga. Hanya saja, manajer investasi mempunyai hak untuk mendistribusikan atau tidak dividen atau bunga yang diperolehnya kepada pemodal. Kalau prospektusnya menerangkan bahwa dividen/bunga akan didistribusikan, maka dalam waktu tertentu pemodal akan mendapatkan dividen/bunga ini.
kembali ke atas
# Bagaimana Mendapat Capital Gain?

Capital gain akan diberikan oleh reksa dana yang memiliki sasaran pertumbuhan. Pendapatan ini berasal dari kenaikan harga saham atau diskon obligasi yang menjadi portofolio reksa dana. Tentu saja manajer investasi harus berhasil membeli saham pada saat harga rendah dan menjualnya pada saat harga tinggi. Selanjutnya, manajer investasi mendistribusikan capital gain itu kepada pemodal.
kembali ke atas
# Kapan Mendapat Capital Gain ?

Pendapatan dari capital gain tergantung kebijaksanaan manajer investasi. Bila manajer investasi dalam prospektusnya menerangkan akan mendistribusikan capital gain, maka dalam waktu tertentu pemegang reksa dana akan mendapat distribusi capital gain ini. Namun ada juga reksa dana yang tidak mendistribusikan capital gain ini, tapi ditambahkan pada NAB.
kembali ke atas
# Bagaimana Mendapat Peningkatan NAB?

NAB adalah perbandingan antara total nilai investasi yang dilakukan manajer investasi dengan total volume reksa dana yang diterbitkannya. Contoh, pada awal tahun 1990, Manajer Investasi X menerbitkan 445.000 lembar reksa dana, dengan harga Rp. 1000. Harga ini bisa dianggap NAB awal.

Pada akhir tahun 1990, nilai investasi meningkat menjadi Rp. 600 juta, akibat kenaikan harga saham yang menjadi portofolio Manajer Investasi X, dan juga pembayaran dividen dan bunga obligasi. NAB baru adalah Rp. 600 juta : 445.000 = Rp. 1.348. Berarti mengalami kenaikan 34,8%.
kembali ke atas
# Kapan Mendapat Kenaikan NAB?

Untuk mendapatkan kenaikan NAB ini tergantung jenis reksa dana yang dibeli. Reksa dana terbuka akan membeli kembali dengan harga NAB baru. Reksa dana tertutup tidak akan dibeli kembali oleh penerbitnya. Jadi setelah terjadi transaksi di pasar perdana selanjutnya reksa dana akan diperjualbelikan di pasar sekunder. Harga yang terbentuk merupakan pertemuan dari permintaan dan penawaran. Harga inilah yang merupakan NAB baru.
kembali ke atas
# Apa Resiko Investasi Reksa Dana?
* Resiko berkurangnya nilai investasi

Modal awal pemodal bisa berkurang karena investasi di Reksa Dana tidak digaransi pasti memberikan keuntungan. Naik turunnya nilai investasi tergantung isi portofolio Reksa Dana, bila saham/obligasi dalam portofolio rata-rata naik maka nilai investasi Reksa Dana juga naik atau pemodal menikmati keuntungan. Namun sebaliknya bila saham/obligasi dalam portofolio turun harganya maka pemodal mengalami kerugian potensial.

* Resiko likuiditas saat penarikan dana pemodal

Sama seperti bank yang mengalami rush (penarikan besar-besaran secara bersamaan), Reksa Dana juga menghadapi resiko serupa. Bila pemodal beramai-ramai menarik dananya sedangkan dana tersebut masih diinvestasikan dalam saham/obligasi maka Manajer Investasi harus menjual saham/obligasi tersebut untuk dibayarkan kepada pemodal. Penjualan saham/obligasi dalam jumlah besar berpotensi menurunkan harga saham/obligasi sehingga menurunkan Reksa Dana.

* Resiko wanprestasi emiten

Penerbit obligasi yang gagal membayar kupon bunga atau nilai pokok hutang menyebabkan Reksa Dana tidak menerima penghasilan yang semestinya diterima.

* Resiko berkaitan dengan peraturan

Reksa Dana diatur oleh peraturan Bapepam yang cukup ketat. Dengan perubahan peraturan misalnya peraturan fasilitas perpajakan, bisa saja menurunkan nilai investasi Reksa Dana.

One thought on “Tutorial reksadana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s