faktor pemicu harga emas

Dampak Ketegangan AS-Irak dan Analisis Investasi Emas

SEIRING dengan belum putusnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Irak, harga emas belakangan ini berfluktuasi secara tajam. Ini terjadi karena banyak investor mengalihkan sebagian alokasi investasinya ke dalam jenis investasi emas yang dianggap aman.

AWAL Februari lalu, ketika tekanan AS memanas terhadap Dewan Keamanan (DK) PBB mengambil tindakan tegas terhadap Irak, harga emas naik mencapai titik tertinggi selama tujuh tahun terakhir (dari Agustus 1996), yaitu level 380-390.80 dollar AS per troy ounce (1 troy ounce = 31,1035 gr). Ketika ajakan AS tidak mendapat sambutan dari sebagian besar anggota DK PBB, harga emas kembali melemah ke level 346-370 dollar AS per troy ounce.

Di negara lain yang masyarakatnya sudah maju, kondisi ini membuat bergairah semua jenis investasi emas, termasuk transaksi derivatifnya. Contohnya, transaksi kontrak berjangka emas di Tokyo Commodity Exchange. Ketika berita tekanan AS terhadap DK PBB untuk mengambil sikap terhadap Irak, volume transaksi naik.

Tidak demikian halnya di Indonesia. Sampai kini, transaksi kontrak berjangka emas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) masih belum dimanfaatkan, baik sebagai sarana lindung nilai (hedging) terhadap fluktuasi harga emas maupun sebagai sarana untuk meraih keuntungan. Ketika harga emas mencapai titik tertinggi pada awal Februari lalu, perdagangan fisik emas mengalami penurunan karena lebih banyak masyarakat yang menjual ketimbang membeli.

Hal ini tentu mengurangi keuntungan yang biasanya didapat para pedagang emas. Jika pedagang emas mengerti bagaimana memanfaatkan transaksi kontrak berjangka emas di BBJ, pedagang akan tetap mendapat kesempatan meraih untung saat perdagangan fisik emas sepi.

Prinsipnya tidak sulit, tetap memegang pakem investasi: beli saat harga rendah dan jual saat harga tinggi (buy low sell high atau sell high buy low). Dengan memanfaatkan pasar berjangka dan pasar fisik emas, pedagang emas bisa memperoleh keuntungan dengan cara: jika harga kontrak berjangka emas lebih murah, beli kontrak berjangka emas dan jual pada pasar fisiknya atau sebaliknya.

Kesempatan memperoleh keuntungan juga tidak tertutup bagi investor yang tidak mempunyai fisik emas. Bermodalkan sekitar 10 persen dari nilai total investasi, investor dapat memperoleh keuntungan melalui posisi beli jika harga emas cenderung naik atau posisi jual jika harga emas cenderung turun.

Perlu diingat, jika cuma ingin mengambil untung dari selisih harga beli dan harga jual, investor harus melikuidasi posisi sebelum kontraknya jatuh tempo. Dengan begitu, investor tidak perlu berhubungan dengan urusan penyerahan fisik emas.

Kontrak Berjangka Emas merupakan salah satu jenis transaksi derivatif. Kontrak Berjangka didefinisikan sebagai perjanjian standar antarpihak yang tidak perlu saling kenal untuk membeli dan menjual produk tertentu pada harga tertentu dengan serah terima produk pada waktu yang diperjanjikan. Seperti transaksi derivatif lainnya yang high risk high return, untuk memperoleh profit yang optimal dan meminimalkan risiko kerugian, sebelum berinvestasi perlu dipahami dan dianalisis pergerakan harga transaksi dasarnya (underlying transaction).

Dalam hal berinvestasi kontrak berjangka emas, yang harus dianalisis secara mendalam adalah pergerakan harga emas di pasar fisik. Harga kontrak berjangka emas sangat ditentukan harga di pasar fisiknya. Harus dipahami, baik pergerakan harga emas dunia yang umumnya mengacu ke pasar fisik emas di London maupun pergerakan harga emas di Indonesia. Dengan memahami pergerakan harga emas di pasar fisiknya, dapat ditentukan harga emas di kemudian hari dengan menghitung ongkos suku bunga pinjam-meminjam, ongkos simpan, dan transportasi.

Dari data pasar fisik emas dunia di London (Grafik-1) terlihat bahwa harga emas setelah krisis moneter tahun 1997/1998 terus mengalami penurunan. Puncak penurunan harga emas terjadi tahun 1999. Harga emas saat itu kian jatuh karena Dana Moneter Internasional (IMF) melego cadangan emasnya untuk untuk membantu negara yang krisis. Saat itu, harga emas di pasar dunia tinggal sekitar 254 dollar AS per troy ounce.

Harga emas mulai bergerak naik secara signifikan sejak tragedi runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC) di New York, AS, pada bulan September 2001. Sepanjang tahun 2001, harga emas rata-rata 271,04 dollar AS per troy ounce. Harga emas terus meningkat pada tahun 2002 pada kisaran rata-rata 309,37 dollar per troy ounce. Penguatan itu terus berlanjut di tahun 2003 karena masih belum terselesaikannya masalah antara AS dan Irak.

Saat ini ada dua hal penting yang sangat mempengaruhi pergerakan harga emas, yaitu :

Perubahan kurs

Melemahnya kurs dollar AS biasanya mendorong kenaikan harga emas dunia. Hal ini karena jatuhnya nilai mata uang dollar membuat harga emas menjadi lebih murah dalam mata uang lain sehingga umumnya mendorong adanya kenaikan permintaan emas, terutama dari sektor industri perhiasan. Di Indonesia (Grafik-2), pada pertengahan tahun 2001, ketika mata uang rupiah mengalami penguatan yang cukup signifikan, harga emas logam mulia (LM) pun menurun. Demikian pula ketika rupiah melemah, harga emas LM pun meningkat. Di awal tahun 2003, perbedaan kurs USD/IDR (dollar AS terhadap rupiah) dengan harga emas LM semakin melebar karena di samping harga emas di pasaran dunia tinggi, nilai dollar AS pun melemah.

Situasi politik dunia

Kenaikan harga emas pada akhir tahun 2002 dan awal tahun 2003 terjadi sebagai dampak dari akan dilakukannya serangan ke Irak oleh sekutu yang dikomando AS. Pelaku pasar beralih investasi dari pasar uang dan pasar saham ke investasi emas sehingga permintaan emas melonjak tajam.

Dibandingkan investasi di pasar saham yang cenderung menurun, saat ini tingkat keuntungan yang didapat sekitar 5 persen per tahun, investasi emas dapat menghasilkan tingkat keuntungan sekitar 15 sampai 20 persen per tahun. Walaupun saat ini harga emas sedang terkoreksi, belum adanya titik terang penyelesaian antara AS dan Irak membuat harga emas berpotensi kembali menguat sampai masalah selesai. Saat ini pengaruh terbesar pergerakan harga emas adalah situasi politik dunia.

Faktor lain yang juga dapat dipertimbangkan sebagai hal yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas, sbb :

Suplai dan permintaan

Salah satu contoh hal yang dapat mempengaruhi suplai dan permintaan (supply and demand) dari emas adalah seperti kejadian pada pertengahan tahun 1980. Pada saat itu, penjualan forward oleh perusahaan pertambangan selalu dipersalahkan atas terjadinya kenaikan pada harga emas. Dalam kerangka bisnis, sebenarnya perilaku perusahaan pertambangan tersebut masuk akal. Dengan melakukan penjualan forward ketika harga emas menguat, mereka dapat mengamankan harga output tambang pada harga yang cukup menarik.

Contoh lainnya, kasus pada pertengahan tahun 1998 di mana harga emas terus merosot. Saat itu, bank-bank sentral di Eropa menyatakan akan mengurangi cadangan emasnya sehubungan rencana pemberlakuan mata uang euro. Harga emas langsung anjlok di sekitar 290 dollar per troy ounce.

Situasi ekonomi

Sekitar 80 persen dari total suplai emas digunakan industri perhiasan. Konsumsi perhiasan merupakan pengaruh yang besar pada sisi permintaan.

Ketika kondisi ekonomi meningkat, kebutuhan akan perhiasan cenderung naik. Namun, dari data statistik terlihat kebutuhan akan perhiasan lebih sensitif terhadap naik turunnya harga emas dibanding kan meningkatnya kondisi ekonomi.

Jatuhnya tingkat kebutuhan perhiasan pada masa resesi di tahun 1982-1983 terutama akibat naiknya harga emas secara simultan. Jatuhnya tingkat kebutuhan perhiasan di masa resesi awal 90-an lebih selaras dengan hal di atas, pada saat itu harga emas menjadi turun.

Situasi ekonomi yang tidak menentu dapat mengakibatkan inflasi tinggi. Emas biasa digunakan sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi. Manfaat ini sudah dirasakan investor sejak lama. Dengan emas, investor mendapat perlindungan sempurna terhadap merosotnya daya beli. Ketika tahun 1978-1980 harga emas sedang booming; sementara inflasi di AS naik dari 4 persen menjadi 14 persen, harga emas naik tiga kali lipat.

Akan tetapi, sejak saat itu, emas tidak lagi terlalu efektif secara sempurna digunakan sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi. Di Indonesia (Grafik 3), dari data yang didapat, tingkat inflasi tidak mempengaruhi harga emas. Harga emas lebih banyak dipengaruhi kurs rupiah terhadap dollar.

Suku bunga

Ketika tingkat suku bunga naik, ada usaha yang besar untuk tetap menyimpan uang pada deposito ketimbang emas yang tidak menghasilkan bunga (non interest-bearing). Ini akan menimbulkan tekanan pada harga emas. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, harga emas akan cenderung naik.

Secara teori, jika suku bunga jangka pendek naik, harga emas turun. Di Indonesia teori ini tidak selalu berjalan.

Pada tahun 1998, karena nilai tukar rupiah merosot tajam terhadap mata uang dollar AS, pemerintah menaikkan tingkat suku bunga secara signifikan. Harapannya, menahan laju kenaikan nilai tukar dollar AS. Akibatnya, walaupun tingkat suku bunga naik, harga emas juga naik.

Dalam Grafik 4 terlihat tingkat suku bunga tidak terlalu berpengaruh pada harga emas di Indonesia. Tetapi, lebih banyak dipengaruhi harga emas dunia sehingga pengaruh nilai tukar dollar AS terhadap rupiah sangat besar.

Kebutuhan emas juga tergantung dari variasi musiman. Penjualan emas di negara industri cenderung menguat saat menjelang perayaan Natal.

Demikian juga pada hari raya Tahun Baru Cina, harga emas cenderung menguat pada awal kuartal. Permintaan biasanya cenderung melemah pada masa Ramadhan di Arab.

Dengan melihat semua aspek pengaruh pergerakan harga emas, terutama masih belum selesainya masalah AS dan Irak, harga emas masih berpotensi menguat kembali walaupun sudah ada koreksi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s