tips WORK HARD, PLAY HARD

Work hard, play hard, barangkali merupakan gaya hidup yang belum Anda bayangkan ketika masih di bangku kuliah. Ternyata, konsep ini tak harus selalu dipandang negatif. Karena, setelah berhari-hari atau berminggu-minggu bekerja keras, Anda berhak untuk memanjakan diri atau bersenang-senang bersama rekan kerja lainnya. Dengan demikian, hidup Anda menjadi seimbang.

Anda yang bekerja di bidang kreatif atau komunikasi, seperti media, advertising agency, atau public relations, bersosialisasi tentu sudah menjadi bagian dari pekerjaan Anda. Namun belum tentu bagi mereka yang bekerja di bidang lain, atau yang harus bekerja 9 to 5. Siapa saja bisa bersenang-senang pada akhir pekan, tetapi butuh kemampuan khusus untuk terjaga sampai larut malam (pada hari kerja), dan tetap bugar esok harinya untuk kembali bekerja.

Jadi, bagaimana trik Anda bisa work hard but still party hard?

Bekerja sesuai waktu
Makin banyak perusahaan yang menerapkan waktu kerja yang fleksibel, agar karyawan bisa menyesuaikan jam kerja dengan gaya hidupnya. Namun meskipun Anda tidak diharuskan masuk pukul 08.00, bekerja hingga larut malam pun bukan pilihan yang bijak. Sesekali bekerja lembur boleh saja, tetapi begadang setiap malam hanya akan menguras energi. Badan terasa lemas dan lesu adalah tanda fungsi sistem imunitas tubuh kita menurun hingga sangat rentan diserang bakteri atau virus. Kecuali bila Anda bekerja di kafe, yang mengharuskan Anda bekerja malam tiap hari.

Menjamu relasi
Ketika Anda harus membawa tamu perusahaan untuk menikmati suasana kota saat malam, seringkali mereka meminta untuk mengunjungi kelab-kelab malam. Meskipun ada banyak cara untuk menjamu relasi, Anda tentu harus memenuhi permintaan yang satu ini. Yang perlu Anda perhatikan, karena Anda menjadi tuan rumah, Anda harus mampu menjaga diri. Dalam arti, tetap sadar untuk tidak minum terlalu banyak, atau tak terlalu heboh saat bergerak mengikuti alunan lagu. Periksa baik-baik wajah Anda saat bangun esok harinya. Jangan sampai ada lingkaran hitam di bawah mata karena Anda kurang tidur. Atasi dengan rias wajah secukupnya.

Happy hour
Kalau Anda bisa hangout di sekitar happy hour, kenapa tidak? Kumpulkan teman Anda, dan cari tempat nongkrong di dekat kantor untuk sedikit bersosialisasi dan membangun jejaring. Jika Anda mengawalinya segera setelah pulang kantor, Anda masih punya waktu untuk pulang lebih cepat dan tidur cukup. Hasilnya, Anda tetap bisa bangun dengan kondisi bugar dan mengikuti meeting seperti biasa. Tentu saja, hal ini tidak bisa sering-sering Anda lakukan jika sudah ada yang menunggu Anda di rumah.

Jangan terpengaruh teman-teman
Saat hangout atau dugem bersama teman-teman, tak perlu memaksakan diri mengikuti apa saja yang mereka lakukan. Bila Anda tahu esok harinya harus menghadapi meeting atau presentasi penting, tak usah minum minuman beralkohol. Cukup soft drink saja. Saat menghabiskan waktu bersama, yang penting bukan apa yang Anda minum atau makan, melainkan interaksi yang terjadi. Dengan demikian Anda masih bisa bersenang-senang tanpa harus mengalami hangover esok paginya.

Curi waktu untuk tidur
Anda tahu kan, ketika Anda mulai diserang kantuk menjelang atau setelah makan siang? Mencuri waktu untuk terlelap barang setengah jam ternyata mampu mengembalikan energi Anda. Saat ruangan kantor senyap karena rekan-rekan Anda sedang makan siang, sandarkan kursi ke dinding lalu pejamkan mata. Bila situasi seperti ini tidak memungkinkan, bawalah makan siang Anda ke mobil, lalu tidurlah sejenak.

Jangan lupa berolahraga
Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka hanya butuh tidur sebentar ketika mereka rutin berolahraga. Namun tubuh yang lelah tetap harus istirahat. Sepulang kantor, Anda bisa mampir ke pusat kebugaran atau tempat aerobik lain. Dengan berolahraga, Anda akan lebih mudah tidur, dan tubuh pun lebih mudah memulihkan diri. Olahraga juga akan membuang kelebihan kalori yang Anda dapatkan setelah hangout bersama teman-teman malam sebelumnya.

Perlu Anda ingat juga, bersosialisasi atau membangun jejaring dengan cara party hard memang tidak dilarang, namun hal ini tidak cukup mampu membangun reputasi. Teman-teman di kantor mungkin bisa mengerti ketika melihat kantung mata di wajah Anda, atau menyadari tubuh Anda yang lunglai. Tetapi bagaimana mereka menjadi saksi bagaimana Anda mendapatkan “tanda” tersebut malam sebelumnya, tentu bisa memengaruhi penilaian mereka tentang Anda. Memang hal ini tidak mutlak terjadi, karena itu enam hal di atas perlu Anda lakukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s