Sekilas tentang Draft Survey Vessel

 

LETAK DRAFT MARK

 

             After                                         Midship                                        Forward

 Faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan dalam perhitungan draught survey:

– Faktor cuaca

– kerjasama dengan crew kapal

– Umur kapal

– Human error/ kesalahan manusia dan kurangnya skill

– dan hal-hal non teknis

PELAKSANAAN DRAUGHT SURVEY :

Tahap I :

Mempelajari dokument kapal yang dipakai dalam perhitungan draught survey dan mencari informasi kondisi kapal terkini.

Tahap II :

Pembacaan draught kapal di lambung kiri dan kanan bagian depan (forward), tengah (midship), belakang (after part)

Tahap III:

Melakukan pengukuran cairan-cairan yang ada diatas kapal (fresh water, Ballast water, Fuel oil, diesel oil, Lub. oil, Hydrolic oil, other.

Tahap IV :

Mengukur density air perairan dan ballast

Density bahan bakar berdasarkan informasi dari tanda pengisian terakhir

Tahap V :

Perhitungan draught survey

Buku-buku dokumentasi yang diperlukan dalam perhitungan (Bibliography book, atau hydrostatic table, sounding table/tank capacity curve)

 

Syarat Ideal pelaksanaan Draught survey :

* Kapal tidak kandas/dapat mengapung  bebas

* Tali pengikat tidak terlalu kencang, kapal dapat bebas terapung

* kapal tidak miring lebih dari 2derajat

* tanda draught kapal dapat terbaca jelaz

* pipa sounding/level gauge dapat terbaca jelaz

* tinggi ombak tidak lebih 0,5 m

* trim kapal tidak melebihi batas koreksi trim dalam table tanki

* Table dalam kondisi up to date

* Alat ukur dalam kondisi baik dan terkalibrasi

* tidak ada pergerakan cairan dan alat bongkar pada saat survey

 

 

Pada waktu pelaksanaan draft survey hubungi Chief Officer agar selama operasi draft survey, kapal tidak mengerjakan :

–         pengisian atau pembuangan atau pemindahan dari tanki ke tanki air  ballast.

–         pengisian atau pemindahan bahan bakar dari tanki ke tanki

–         memasukkan atau mengeluarkan (swinging) batang pemuat/kran.

–         dan lain-lain.

 

Koreksi-koreksi yang mesti diperhatikan dalam perhitungan :

 

# Draft Corrections

Draft marks (marka draft) pada lambung kapal seharusnya diterakan pada garis perpendi-kular, yaitu pada  forward perpendicular,  mid-perpendicular  dan  after perpendicular. Karena pada kenyataan dilapangan draft mark tidak terletak pada perpendiculars maka perlu dilakukan koreksi draft.

Koreksi untuk draft depan disebut stem correction, sedangkan koreksi untuk draft belakang disebut stern correction dan pada midship disebut Mid correction.

 

 


 

 

Rumus :      stem corr =   Trim obs x df

Lbm

stern corr =   Trim obs x da
Lbm

mid corr =   Trim obs x dm
Lbm

Dimana :

 

Trim observe : selisih draft mean Forward dan draft mean after

df                     : Jarak antara draft mark forward/depan dengan perpendicular depan (FP)

da                    : Jarak antara draft mark after/belakang dengan perpendicular belakang(AP)

dm                   : Jarak antara draft mark tengah dengan midship

Lbm                 :  Lbp – (df + da)

 

 

Trim and density correction

 

Perlu diketahui bahwa Hydrostatic Table  dll.nya  dibuat dengan kondisi :

1.     kapal dalam keadaan rata-rata air (even keel) – kapal tidak mengalami trim.

2.     kapal terapung di air dengan Berat Jenis   =  1,025  (air laut).

 

Jika kapal mengalami trim dan terapung di air dengan berat jenis tidak sama dengan  1,025, maka displacement tersebut harus dikoreksi dengan :

–  density correction

–  trim corrections.

 

Displacement yang didapat dari tabel disebut scaled displacement, sedang displacement yang sudah dikoreksi dengan berat jenis disebut measured displacement dan yang telah juga dikoreksi dengan trim kapal disebut corrected displacement.

 

FTC = Trim x TPC x LCF x 100              first trim correction

LBP

STC = Trim^2 x (dm/dz) x  50                 second trim correction

LBP

dimana :

trim = trim setelah dikoreksi pada draft correction

dm/dz = selisih MTC1+0,5 dan MTC2-0,5

 

Density correction = density obs – 1,025 x Displacement corr for trim

1,025

dimana :

density observe = density air laut yang telah diukur dengan hydrometer.

 

List correction/ koreksi kemiringan

Metric sistem  LC = 6 (TPC1 – TPC2)m/t x (Dm1 – Dm2)mtr

Imperial sistem LC = 0.72 (TPI1 – TPI2) long/t x (Dm1 – Dm2)feet

dimana :

Dm1 : Draught tengah terbesar

Dm2 : Draught tengah terkecil
TPC1/TPI1 : adalah TPC/TPI pada draught tengah terbesar
TPC2/TPI2 : adalah TPC/TPI pada draught tengah terkecil

Pengambilan Sample air untuk mengukur density di sekitar kapal :

Dokumen kapal umumnya didasarkan pada berat jenis (density) air laut (= 1,025). Prakteknya kapal yang di survey terapung di air dengan density yang berbeda, misalnya density air tawar = 1,000. Karena itu air di sekitar tempat kapal terapung harus diambil samplenya (contoh) untuk mendapatkan densitynya.

Density (berat jenis) air di sekitar kapal dapat berbeda, karena :

– kedalaman yang berbeda

– tempat yang berbeda sepanjang kapal dari haluan ke buritan

Untuk menghindari pengambilan sample yang tidak benar :

– sample hanya efektif sebelum/sesudah pembacaan draft.

– sampling jangan dilakukan dekat saluran pembuang darat/kapal (cooling water/ballast water).

– sample diambil pada sisi laut, karena pada sisi darat density dapat berbeda karena adanya air yang tidak bergerak/stagnant, antara kapal dan daratan.

– segera setelah sample diambil density harus dihitung/dibaca.

Jumlah dan posisi pengambilan sample

– untuk kapal kecil    :   2 samples, pada sisi laut dekat draft tengah, pada kedalaman 1/3 dan 2/3 dari draft tengah.     

– untuk kapal besar :  paling sedikit 3 samples, pada setiap posisi sampling, pada kedalaman 1/6, 1/2 dan 5/6 dari draft tengah.

 

Pengukuran density dengan Hydrometer

 

Deductibles weight

Adalah jumlah berat yang harus dikurangkan untuk mendapatkan jumlah berat kapal kosong atau berat muatan itu sendiri.

Deductible weights terdiri atas :  –  berat kapal kosong

–  air ballast

–  bahan bakar

–  air tawar

–  minyak lumas

–  perlengkapan, stores

–  konstan, dll.

 

 

Constant.

Constant atau konstan adalah sejumlah berat yang timbul karena ada perbedaan antara displacement dan berat semua barang yang ada di kapal termasuk berat kapal kosong.

 

Constant  =  displacement  –  deductible weights.

 

Jadi konstan adalah berat benda di kapal yang tidak dapat diperkirakan, seperti lumpur di dalam tanki, karat dan lain lain. Dan dapat juga kesalahan terhadap suatu penafsiran berat suatu benda di kapal, termasuk juga kesalahan penerapan draft marks (pengelasan/ pengecatan) tidak pada posisi yang tepat.

Berapa konstan dapat ditanyakan kepada Nakhoda atau Chief Officer, dan apakah ada konstan yang negatif ?

 

 

Negative constant

 

Ada beberapa sebab mengapa sebuah kapal mempunyai konsran negatif atau kecil sekali.

Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa alasan :

1.   dokumen yang ada di kapal sebenarnya adalah dokumen untuk kapal yang identik (sister ships).

2.    hydrostatic particulars tidak akurat.

3.   ada peralatan atau bagian kapal yang sudah dipindahkan/dibuang, misalnya tweendeck, crane atau lainnya – hal yang biasa dilakukan oleh kapal kecil untuk menambah daya muat.

4.    estimasi terlalu kecil terhadap draft kapal.

5.    estimasi terlalu tinggi terhadap deductible liquid, terutama air ballast.

6.    density tidak mewakili yang sebenarnya.

 

Jika didapatkan negative constant, periksalah lagi apa alasan atau penyebabnya, jika mungkin bandingkan dengan hasil survey yang terdahulu.

Jika tidak ada alasan atau penyebab yang dapat diterima, maka keadaan ini harus dinyatakan dalam laporan bersama-sama dengan :

a.    hasil efektif dari draft survey.

b.    hasil dari loaded survey – lightweight (dari dokumen kapal) – konstan (dari informasi Nakhoda).

Nakhoda harus menanda tangani pernyataan yang berhubungan dengan konstan yang telah di informasikannya.

 

 CARGO LOSSES 

 

Sebab terjadinya Cargo Losses/kehilangn atau kerugian cargo dapat terjadi pada saat :

– Kegiatan muat/loading

– Pada saat transportation

– Kegiatan bongkar/ discharging

 

 

 

 

Pada saat Loading/transfer dapat menyebabkan cargo losses dikarenakan :

– Tumpahan Cargo
– Debu terbang (cargo halus)
– Peningkatan kelembaban
– Pengurangan ukuran
– Kontaminasi / bercampur dengan  sisa muatan sebelumnya atau tanah
– Adanya sampling dan analisa

– Salah sampling (berpengaruh terhadap kualitas)
– Salah berat (mempengaruhi kuantitas)
– pengukuran tidak akurat

– keadaan cuaca yang kurang mendukung
Salah draught survey (mempengaruhi kuantitas)
– Salah membaca draft
– Salah perhitungan deductibles
– kesalahan hitung
– Absolute (salah) hidrostatik tabel
– Salah sampling dari air laut

 

Pada kegiatan transportasi :
– Peningkatan kelembaban
– Cargo tumpah
– Peningkatan suhu yang cepat
– Berlebihan emisi metana
– Kekurangan dalam pemuatan
– Bercampur dengan kargo sebelumnya
– Pengurangan ukuran

 

Pada kegiatan bongkar:

– kalibrasi yang tidak akurat

– kondisi cuaca

– kapal/ barge tidak stabil

– trim kapal/barge terlalu besar

– kesalahan pada draught survey

– sampling dan analisis

 

Cargo losses atau kehilangan cargo juga dapat disebabkan oleh faktor fisik :
– penguapan
– tumpahan atau kebocoran
– menumpahkan
– kejahatan/pencurian

 

 

 

ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN PADA DRAUGHT SURVEY

 

1. Draught reading Device at rough Sea condition :

Peralatan yang digunakan untuk melihat sarat kapal bila ada ombak besar
Untuk melakukan survey dalam keadaan ombak besar diperlukan alat khusus yaitu :
– tali polyphropelyne dia 8mm secukupnya
– selang plastik warna putih dia 19mm panjang 6-8 m
– selang plastik warna putih dia 12mm panjang 2 m
– besi pemberat
– lem plastik
– gabus berwarna sebagai pengapung

Cara menggunakan alat ini :
– tempatkan alat ini didekat marka sarat
– usahakan bahwa selang plastik dia 19mm ditengah-tengah dari garis air
– meski air dalam kondisi bergelombang, pengapung dalam selang dari alat ini akan tetap menunjukkan permukaan air dengan teliti

 

2. Design Water sampling device :
Alat pengambilan contoh air
Perlengkapan yang dibutuhkan
– Polyphropelyne
– Tabung stailess steel dia 14cm dan panjang 60cm
– besi pemberat 3,5 kg
Hindari pengambilan contoh air untuk pengukuran density di dekat keluarnya air pendingin mesin dari lambung kapal.

 

3. Sounding tape
Spesifikasi :
– pita (tape) panjang min 25 m
– bahan : stailess steel
– tebal 1mm
– pembagian jarak per 10 mm
– berat pemberat 400gr

 

4. Hydrometer dan tabung pembacaan
Alat pengukur berat jenis air dalam satuan Kg/ltr, dilengkapi dengan sertifikat test laboratorium yang diakui. Dan secara teratur diperiksakan/diterakan dengan hidrometer bersertifikat, sehingga diketahui koreksinya.

 

5. Water finding paste
Pasta yang digunakan untuk mendapatkan atau mengetahui pembacaan yang teliti dari tinggi cairan didalam tanki. Pasta ini adalah bahan yang dapat berubah warna menjadi merah bila terkena cairan. Dipergunakan dengan cara dioleskan pada sounding tape untuk mendapatkan pembacaan yang teliti.

 

 

6. – Kalkulator/laptop

    – senter

    – Binocular ; teropong untuk pembacaan skala draught

    – buku catatan

    – sarung tangan

    – Pakaian safety, helmet, sepatu dll

Iklan

Mekanisme WAP

Mekanisme kerja WAP (Wireless Application Protocol) hampir sama dengan mekanisme kerja Internet. WAP membutuhkan sebuah gateway untuk menjembatani ponsel dengan Internet dalam mengirim dan menerima data. Hal ini sama halnya dengan pengguna komputer yang membutuhkan ISP (Internet Service Provider) sebagai gateway dalam menjembatani komputer dengan Internet. Disamping itu, ponsel yang digunakan juga harus WAP Enabled, artinya ponsel sudah dilengkapi dengan teknologi WAP yang bisa digunakan untuk mengakses Internet. Ada tiga bagian utama dalam mengakses WAP, yaitu perangkat nirkabel yang mendukung WAP, WAP Gateway sebagai perantara, dan server sebagai sumber dokumen. Dokumen yang berada dalam server dapat berupa dokumen HTML ataupun WML. Dokumen WML khusus ditampilkan melalui browser dari perangkat WAP. Dokumen HTML yang seharusnya ditampilkan melalui web browser, sebelum dibaca melalui WAP browser akan diterjemahkan lebih dahulu oleh gateway agar dapat menyesuaikan dengan perangkat WAP, hal ini dapat dilihat pada Gambar berikut.

Gambar Ilustrasi mekanisme kerja WAP

Dilihat dari Gambar mekanisme kerja dari WAP dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Pengguna menekan tombol ponsel yang terhubung ke suatu alamat di Internet (URL).

b. Ponsel mengirimkan URL Request ke WAP Gateway menggunakan protokol WAP.

c. Gateway menciptakan HTTP Request ke URL yang bersangkutan dan mengirimkannya keweb server.

d. HTTP Request di proses oleh web server. URL tersebut bisa merujuk ke file WAP statis atau digunakan oleh skrip CGI untuk menciptakan suatu WAP ContentServer akan mengambil file ini dan menambahkan HTTP header padanya atau bila URL menspesifikasikan suatu skrip aplikasi, maka server akan menjalankan skrip ini.

e. Web server mengirimkan WML Content yang telah ditambahkan HTTP header.

f. WAP Gateway menverifikasi HTTP header dan WML content, lalu melakukan encodemenjadi format biner. Kemudian gateway menciptakan WAP Response yang berisi WML dan mengirimkannya ke ponsel.

g. Ponsel menerima WAP Response dan memproses WML untuk menampilkan isinya. Jika pengguna ponsel ingin melihat suatu halaman web dengan format HTML, gateway akan menerjemahkan halaman tersebut ke dalam format WML. Namun, meskipun dokumen HTML dapat saja diakses melalui ponsel, dokumen WML lebih ditujukan untuk layar ponsel yang kecil. Maka, beberapa perusahaan telah mulai menyiapkan situs WAP disamping situs webyang sudah ada. Seperti halnya menampilkan informasi dari Internet melalui web browser, maka untuk menampilkan informasi WAP dibutuhkan WAP browser. Di dalam ketentuan ponsel, ini disebut sebagai microbrowser. Seperti halnya mengetikkan URL untuk mengakses situs web, dilakukan hal yang sama pula untuk mengakses situs WAP di ponsel. Dengan mengakses web server melalui ISP dan login ke Internet, maka halaman WAP akan dikirimkan dan ditampilkan di layar ponsel.

WAP Gateway

WAP Gateway berfungsi untuk meneruskan permintaan informasi dari ponsel menujuserver melalui HTTP Request, dan sebaliknya dari server menuju ponsel melalui HTTPResponse. Untuk melihat kemampuan gateway dalam menerjemahkan dokumen sehingga dapat dibaca oleh microbrowser, diagram yang berisi susunan WAP Gateway dapat dilihat Gambar berikut.

Gambar Susunan WAP Gateway

Keterangan dari Gambar Susunan WAP Gateway adalah sebagai berikut:

a. WDP (WAP Datagram Protocol): lapisan (layer) transportasi yang digunakan untuk mengirim dan menerima pesan/data melalui segala macam pembawa pesan di jaringan, termasuk SMS, USSD (Unstructured Supplementary Service Data), CSD (Circuit Switched Data), dan GPRS.

b. WTLS (Wireless Transport Layer Security): sebuah lapisan keamanan yang menyediakan kemampuan enkripsi, sehingga keamanan transaksi yang dibutuhkan oleh aplikasi seperti e-commerce dapat terpenuhi.

c. WTP (WAP Transaction Protocol): lapisan pendukung transaksi. Lapisan ini menambahkan reliabilitas ke datagram service yang disediakan WDP.

d. WSP (WAP Session Protocol): lapisan yang menyediakan sesi lapisan lightweight untuk efisiensi pertukaran data diantara aplikasi.

e. HTTP Interface: Digunakan untuk melayani penerimaan WAP Content dari Internet menggunakan ponsel.

Untuk lebih jelasnya, gambaran mekanisme kerja WAP Gateway pada jaringan lokal dan Internet dapat dilihat pada Gambar berikut:


Gambar Penggunaan WAP Gateway pada jaringan lokal

Gambar Penggunaan WAP Gateway pada jaringan Internet

Operasi Logika Fuzzy

Step 1

Fuzzifikasi : proses untuk mengubah variabel non fuzzy (variabel numerik) menjadi variabel fuzzy (variabel linguistik)

Step 2

RULE atau aturan logika fuzzy

Inferencing (Ruled Based) , pada umumnya aturan-aturan fuzzy dinyatakan dalam bentuk “IF THEN” yang merupakan inti dari relasi fuzzy.

Step 3

Defuzifikasi: proses pengubahan data-data fuzzy tersebut menjadi data-data numerik yang dapat dikirimkan ke peralatan pengendalian.

CONTOH KASUS:

Harga (m) pada sumbu y mengacu pada derajat dimana nilai masukan crisp (temperatur) dipasang pada tiap labelfungsi keanggotaan {sejuk, hangat, dan sebagainya}. Seperti yang anda lihat, nilai masukan dapat menjadi milik lebih dari satu set fuzzy. 92 derajat termasuk dalam set hangat dan juga set panas yang telah didefinisikan oleh fungsi keanggotaan.

Menguraikan masukan crisp dalam bentuk fuzzy mengijinkan sistem merespon secara halus perubahan dalam temperatur masukan. Sebagai contoh, reaksi sistem fuzzy terhadap aturan, “jika temperatur luar panas, maka lamanya penyiraman singkat; jika temperatur luar hangat maka maka lamanya penyiraman agak lama” akan berubah hanya sedikit jika temperatur luar bergerak dari 80 derajat ke 79,9 derajat.

Respon sistem dalam bentuk lamanya penyiraman akan dihitung pada derajat keanggotaan temperatur masukan pada tiap set, pada keadaan ini, 80 derajat dan 79,9  derajat adalah normal sekaligus hangat.

Pada bagian / langkah berikutnya setelah fuzzyfikasi yaitu evaluasi rule, kita akan  mengetahui bagaimana aturan aturan  menggunakan masukan fuzzy untuk menentukan aksi sistem. Jika anda belum  memahami bagian fuzzyfikasi ini disarankan agar anda  mengulangi lagi  sampai anda benar benar faham dan ngerti tentang fuzzyfikasi  sebelum anda melangkah ke evaluasi rule.

Boolean Logic VS Fuzzy Logic

 

Contoh Kasus

Sebagi contoh, apakah 80 derajat fahrenheit tergolong hangat atau panas? Dalam logika fuzzy, dan dalam dunia nyata, “kedua-duanya benar” mungkin merupakan  jawabannya. Seperti yang anda lihat pada grafik fuzzy dibawah ini, 80 derajat adalah sebagian hangat dan sebagian panas dalam gambaran set fuzzy.

Sementara hal ini dapat dibenarkan bahwa tumpang tindih antara set dapat terjadi dalam logika boolean, transisi dari set ke set terjadi seketika itu juga ( yaitu elemen yang dapat menjadi anggota set atau tidak ).

Dengan logika fuzzy, sementara itu, transisi dapat bertingkat – tingkat ( yaitu elemen dapat memiliki sebagian keanggotaan dalam sejumlah set )

Dalam logika klasik menggunakan set konvensional yang ditunjukkan dibawah, 79,9 derajat dapat diklasifikasikan sebagai hangat, dan 80,1 derajat dapat diklasifikasikan sebagai panas. Perubahan kecil dalam sistem dapat menyebabkan perbedaan reaksi yang berarti. Dalam sistem fuzzy, perubahan kecil temperatur akan memberikan hasil perubahan yang tidak jelas pada kinerja sistem.

Motor DC & Drivernya

Teori Motor DC:

Motor DC adalah piranti elektronik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik berupa gerak rotasi. Pada motor DC terdapat jangkar dengan satu atau lebih kumparan terpisah. Tiap kumparan berujung pada cincin belah (komutator). Dengan adanya insulator antara komutator, cincin belah dapat berperan sebagai saklar kutub ganda (double pole, double throw switch). Motor DC bekerja berdasarkan prinsip gaya Lorentz, yang menyatakan ketika sebuah konduktor beraliran arus diletakkan dalam medan magnet, maka sebuah gaya (yang dikenal dengan gaya Lorentz) akan tercipta secara ortogonal diantara arah medan magnet dan arah aliran arus. Mekanisme ini diperlihatkan pada Gambar berikut ini.

Bagan mekanisme kerja motor DC magnet permanen

Motor DC yang digunakan pada robot beroda umumnya adalah motor DC dengan magnet permanen. Motor DC jenis ini memiliki dua buah magnet permanen sehingga timbul medan magnet di antara kedua magnet tersebut. Di dalam medan magnet inilah jangkar/rotor berputar. Jangkar yang terletak di tengah motor memiliki jumlah kutub yang ganjil dan pada setiap kutubnya terdapat  lilitan. Lilitan ini terhubung  ke area kontak yang disebut komutator. Sikat  (brushes)  yang terhubung ke kutub positif dan negatif motor memberikan daya ke lilitan sedemikian rupa sehingga kutub yang satu akan ditolak oleh magnet permanen yang berada di dekatnya, sedangkan lilitan lain akan ditarik ke magnet permanen yang lain sehingga menyebabkan jangkar berputar. Ketika jangkar berputar, komutator mengubah lilitan yang mendapat pengaruh polaritas medan magnet sehingga jangkar akan terus berputar selama kutub positif dan negatif motor diberi daya. Kecepatan putar motor DC (N) dirumuskan dengan Persamaan berikut.

Pengendalian kecepatan putar motor DC dapat dilakukan dengan mengatur besar tegangan terminal motor VTM. Metode lain yang biasa digunakan untuk mengendalikan kecepatan motor DC adalah dengan teknik modulasi lebar pulsa atau Pulse Width Modulation(PWM).

Teori H-Bridge MOSFET:

H-bridge adalah sebuah perangkat keras berupa rangkaian yang berfungsi untuk menggerakkan motor.  Rangkaian ini diberi nama H-bridge karena bentuk rangkaiannya yang menyerupai huruf H seperti pada Gambar berikut.

Konfigurasi H-Bridge MOSFET

 Rangkaian ini terdiri dari dua buah MOSFET kanal P dan dua buah MOSFET kanal N. Prinsip kerja rangkaian ini adalah dengan mengatur mati-hidupnya ke empat MOSFET tersebut. Huruf M pada gambar adalah motor DC yang akan dikendalikan.  Bagian atas rangkaian akan dihubungkan dengan sumber daya kutub positif, sedangkan bagian bawah rangkaian akan dihubungkan dengan sumber daya kutub negatif. Pada saat MOSFET A dan MOSFET D on sedangkan MOSFET B dan MOSFET C off, maka sisi kiri dari gambar motor akan terhubung dengan kutub positif dari catu daya, sedangkan sisi sebelah kanan motor akan terhubung dengan kutub negatif dari catu daya sehingga motor akan bergerak searah jarum jam dijelaskan pada Gambar berikut.

H-bridge konfigurasi MOSFET A&D on, B&C off

 Sebaliknya,  jika MOSFET B dan MOSFET C on sedangkan MOSFET A dan MOSFET D off, maka sisi kanan motor akan terhubung dengan kutub positif dari catu daya sedangkan sisi kiri motor akan terhubung dengan kutub negatif dari catu daya. Maka motor akan bergerak berlawanan arah jarum jam dijelaskan pada Gambar berikut.

H-bridge konfigurasi MOSFET A&D off, B&C on

Konfigurasi lainnya adalah apabila  MOSFET A dan MOSFET B sedangkan MOSFET C dan MOSFET D off. Konfigurasi ini akan menyebabkan sisi kiri dan kanan motor terhubung pada kutub yang sama yaitu kutub positif sehingga tidak ada perbedaan tegangan diantara dua buah polaritas motor, sehingga motor akan diam. Konfigurasi seperti ini disebut dengan konfigurasi break. Begitu pula jika MOSFET C dan MOSFET D saklar on, sedangkan MOSFET A dan MOSFET C off, kedua polaritas motor akan terhubung pada kutub negatif dari catu daya.Maka tidak ada perbedaan tegangan pada kedua polaritas motor, dan motor akan diam. Konfigurasi yang harus dihindari adalah pada saat MOSFET A dan MOSFET C on  secara bersamaan atau MOSFET B dan MOSFET D on  secara bersamaan. Pada konfigurasi ini akan terjadi hubungan arus singkat antara kutub positif catu daya dengan kutub negatif catu daya.

Konfigurasi Pengujian H-bridge MOSFET

Tahap Pemodelan Logika Fuzzy

Tahap Pemodelan dalam logika Fuzzy:

Nah bila kita terapkan dalam pengendalian proses dapat diterapkan seperti blok di bawah ini:

Dari uraian blok diatas dapat kita fahami bahwa didalam logika Fuzzy terdapat tiga hal terpenting yang harus temen2 fahami diataranya:

  1. Fuzzifikasi adalah proses untuk mengubah variabel non fuzzy (variabel numerik) menjadi variabel fuzzy (variabel linguistik).
  2. Inferencing (Ruled Based) , pada umumnya aturan-aturan fuzzy dinyatakan dalam bentuk “IF……THEN” yang merupakan inti dari relasi fuzzy.
  3. Defuzifikasi adalah proses pengubahan data-data fuzzy tersebut menjadi data-data numerik yang dapat dikirimkan ke peralatan pengendalian.

 

menulis essai

1. Pengertian Essai

Esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu. Sebuah esai dasar sendiri dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek; tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek; dan terakhir adalah konklusi yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek. Menulis esai tidak sama dengan menulis karya tulis lain seperti makalah, opini, atau feature. Dalam menulis esai, penulis dituntut kreativitasnya tersendiri karena ia harus mampu mengungkapkan pemikiran mendalamnya terhadap suatu masalah tanpa bersikap kaku pada pembaca.  Sebuah esai ilmiah harus berisi argumen dan analisis yang jelas serta data-data yang akurat dan kredibel, tetapi dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca. Sehingga secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus enak dibaca.

2. Langkah Membuat Esai . Dalam menyusun sebuah esai ilmiah yang baik, penulis sebaiknya mengikuti langkah menulis esai sebagai berikut : 1. Memilih Topik Memilih topik adalah hal pertama yang dilakukan oleh penulis. Penulis juga hendaknya menentukan apakah akan membuat esai yang merupakan tinjauan umum masalah atau tinjauan/analisis topil secara khusus. Jika ingin menganalisis topic secara khusus, topik sebaiknya dipersempit dan harus spesifik. Topik esai yang penulis sukai akan membuat esai menjadi lebih berkarakter dan kuat. 2. Membuat Outline Outline akan membantu penulis dalam meletakkan ide-ide tentang topik dalam naskah. Esai akan menjadi lebih terorganisir, fokus, dan sistematis.

3. Menuliskan Tesis Pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya

4. Menuliskan Paragraf Pembuka, Tubuh Esai, dan Kesimpulan Sebagai pembuka dari esai, paragraf pertama sebaiknya dimulai dengan menarik perhatian pembaca. Bisa dengan memberikan suatu informasi nyata atau data yang bisa menjadi ilustrasi untuk poin penulis selanjutnya. Penulis bisa memulai dengan anekdot untuk menggugah rasa minat baca. Pada akhir paragraf pembuka, penulis menuliskan pernyataan tesisnya. Pada bagian tubuh esai ini, penulis menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi secara lengkap untuk topik yang telah dipilih. Masing-masing ide penting yang penulis tuliskan pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis. Kesimpulan merupakan rangkuman poin-poin yang telah penulis kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat, tetapi jangan jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas.

5. Editing Penulis hendaknya membaca ulang tulisannya dan meneliti apakah tata bahasa yang digunakan sudah tepat dan apakah kalimat satu dengan yang lain padu atau mengalir dengan lancar. Jika ada yang kurang, penulis bisa merevisi esainya. Pengeditan akan menyempurnakan bahasa esai.